Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Update blog sobat

2008-09-24

Wise story..Raja dan Empat Istrinya

Dahulu kala..

Ada seorang raja mempunyai 4 istri

Raja ini sangat mencintai istri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang istri.

Dia juga sangat memuja istri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, istri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi istri keduanya.
Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada istri keduanya, karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Istri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya, maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap istri pertamanya ini meskipun sang istri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan istrinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat. Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir,
“Saat ini aku memiliki 4 istri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri.”

Lalu, bertanyalah ia pada istri keempatnya,
“Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?”

“Tidak akan!” balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.


Raja yang sedih itu kemudian berkata pada istri ketiganya,

“Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?”

“Tidak!” sahut sang istri. “Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!”
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.


Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada istri keduanya,

“Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?”

“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!” jawab istri keduanya.
“Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.”

Lagi-lagi, jawaban si istri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.


Tiba-tiba, sebuah suara berkata:

“Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya istri pertamanya.

Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu,
“Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!”


Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai ‘4 pendamping’ dalam kehidupan kita..

Pendamping keempat’ adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.

Kemudian ‘pendamping ketiga’ adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan ‘pendamping kedua’ kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya ‘pendamping pertama’ kita adalah jiwa, iman, ketaqwaan kita kepada Allah SWT, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu.

2 comments:

realistis banget mang!
dikala senang kita acap lupa diri, dikala sakit baru "ingat"..Tkadang kita alpa menyukuri nikmat.

smg kita ttp jadi bagian yang eling (ingat) dan tidak lupa bersyukur

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

 
 

AL Asma'ul Husna

Sahabat Pondokku

~PONDOK-KU~ - | Copyright 2009 Blogger.com| - - - - - - - -