Apa sih graphology itu? Grafologi merupakan salah satu metode yang dipergunakan dalam dunia psikologi untuk mengetahui karakter seseorang melalui coretan tangan (tulisan atau tanda tangan).

Dahulu, para ilmuwan Cina telah menerapkan cara mengenali karakter orang menggunakan tulisan tangan. Kemudian pada tahun 1875, Jean Hyppolyte Michon memperkenalkan teori pengenalan karakter orang melalui tulisan ini dengan sebutan Graphology.
Grafo test, selain untuk tujuan graphotherapy pada anak-anak dibawah usia 13 tahun, hasil analisis tulisan tangan ini bisa digunakan di segala aktivitas manusia dan bermacam interaksi. Mulai dari bidang ilmu kesehatan, pendidikan, jurnalistik, recruitment (menyeleksi dan promosi) karyawan yang tepat, sampai membantu mengungkap kriminalitas.
Berkaitan dengan kriminalitas, bu Sinta pernah menangani kasus pencurian ponsel di sebuah sekolah. Ya bermodalkan dari tulisan tangan orang-orang yang dicurigai. Ternyata Polri juga memiliki grafolog. Bu Sinta baru mengetahu hal itu ketika ia didatangi polisi yang juga grafolog. Ternyata dalam dunia kriminalitas, tulisan tangan bisa menjadi kunci menguak kejahatan selain DNA dan sidik jari.
Dulu sewaktu masih bekerja dan ia melihat surat lamaran di meja temannya, bu Sinta mengomentari soal kepribadian pelamar. Temannya tidak percaya. Akhirnya pelamar tersebut dipanggil dan apa yang disampaikan bu Sinta sesuai dengan gambaran pelamar.
Bu Sinta juga pernah diminta membantu dalam kasus gugat cerai. Lewat tulisan tangan pula Sinta pernah mendamaikan sepasang suami istri yang hampir bercerai. Padahal pasangan itu termasuk keluarga berpendidikan. Dua-duanya bergelar doktor. Namun karena karakter keduanya bertentangan, maka bahtera keluarga pasangan itu terombang-ambing. Akhirnya, melalui analisis tulisan tangan pasangan itu bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Tidak semua orang mengetahui potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. Padahal dengan mengetahui potensi dan kemampuan, maka orang tersebut dapat lebih mengetahui karakter dan kepribadian diri yang sesungguhnya. Sangat disayangkan memang, bagaimana bisa mengenal dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain, jika kita saja masih belum mengenal karakter, kelemahan dan kekuatan diri sendiri.
Di luar negeri, grafo test juga sudah menjadi bagian dari forensik atau biometrik. Di Amerika Serikat, grafo test digunakan juga untuk mengetahui kejujuran, kestabilan emosi, kemungkinan bertindak kasar dan judgement. Di Australia bahkan dipergunakan oleh The Australian Federal, State & Territory Police sebagai bentuk test yang lebih akurat daripada lie detector. Di Perancis dan Swiss banyak perusahaan menggunakan grafo test untuk mencari karakter karyawan yang sesuai dengan kriteria perusahaan.
Menurut bu Sinta, salah satu keunggulan grafo test adalah tidak dapat dibohongi. Walaupun seseorang berusaha mengubah tulisannya, seorang grafolog akan tetap bisa menangkap dan melihat bentuk dasar dari tulisan sebenarnya.
Dari tulisan tangan seseorang, melalui grafo-test, seorang grafolog dapat mengetahui:
1. Motivasi
2. Kestabilan emosi
3. Bidang/minat yang sesuai
4. Keadaan mental
5. Kecenderungan intelektual
6. Kekuatan dan kelemahannya
Nah, itulah sebabnya kalau mengirimkan surat lamaran kerja, kita diminta menggunakan tulisan tangan, bukan tulisan menggunakan mesin ketik atau komputer.
Bagaimana grafolog membaca karakter seseorang dari coretan tangannya? Ikuti saja di posting berikutnya :)
Hot News and Article:
Aplikasi GrafologiGrafologi, Gali potensi anak lewat coretan tangan
Ramalan Mama Laurent dan Film 2012
Daftar Propinsi di Indonesia
Video Rekaman Penyadapan KPK di Mahkamah Konstitusi
4 Kesalahan Menggunakan Kartu Kredit
Photo Padang Pra dan Pasca Gempa
Ayat-ayat Al-Quran di Kulit Tubuh Bayi Rusia
Larangan Belok Kiri Langsung di Persimpangan Jalan
Update Antivirus Smadav Rev.7.1.
Susunan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.