Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Update blog sobat

2008-11-13

Pelajaran Dari Juru Masak

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.

Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih.

Pada panci pertama, ia memasukkan wortel.
Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur.
Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.

Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya,
"Apa yang kau lihat, nak?"

"Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak.

Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.

Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak.

Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur.
Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras.

Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi.
Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu.

"Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda.

Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah.
Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh.
Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.

"Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya.
"Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kamu menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"

8 comments:

Menurutku bisa jadi ketiganya. Tergantung permasalahan. Saat mana kita harus melunak/tp tdk lembek, atau menjadi keras/tegar, tp selalu harum.
Lagi2 menurutku sih hehe

kalau yang merebus kebaikan zie pengennya jadi wortel agar kekerasan dihati melunak, kalau yang merebus cobaan hidup zie pengennya jadi telur yang tegar dan keras menghadapinya, kalau yang merebus adalah sebuah posisi/jabatan pengennya jadi kopi yang bisa merubah kondisi yang ada menjadi harum/lebih baik ...sok tahunya zie kambuh deh

wlo dq seorang perokok, tp dq g pengopi..jd pesen jus wortel, g usah banyak2 esnya + telor ayam kampus..eh kampung stengah masak 2 butir.

Hhmmm, kalau anak saya yang diberikan perumpamaan seperti itu, rasanya bakalan tak terduga dech jawabannya...:)

wah, cerita yg keren dan sarat makna. Hmm...saya termasuk yg mana ya? wortel, biji kopi atau telur?

Pengen ketiganya... multi talent he..he..

terima kasih atas inspirasinya! Betul sekali, makanan sehat memang sangat penting, akan tetapi peralatan memasak yang sehat juga sama pentingnya.

regards,
oxone

What's up everyone, it's my first visit at this site, and paragraph is truly
fruitful in support of me, keep up posting these types
of articles.

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

 
 

AL Asma'ul Husna

Sahabat Pondokku

~PONDOK-KU~ - | Copyright 2009 Blogger.com| - - - - - - - -