Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Update blog sobat

2009-01-05

Pengelolaan Keuangan

Setahun telah kita lewati lagi, berbagai kejadian telah kita lalui pula. Apa yang telah kita lalui, marilah kita syukuri dan kita ambil hikmahnya. Dan kini kita fokuskan perhatian kita ke masa sekarang sembari menyiapkan langkah kita untuk masa yang akan datang. Banyaknya dan rumitnya perencanaan tergantung dari pribadi masing masing. Tiap insan mempunyai harapan yang berbeda terhadap kehidupannya. Diantara berbagai harapan tersebut tentu ada yang berkaitan dengan finansial/keuangan. Hampir setiap orang mengiginkan kemajuan finansial dan memiliki persiapan finansial yang mapan untuk masa depannya.



Berikut tips bagaimana mengelola keuangan, siapa tau berguna buat sobat


Usia Non Produktif

Pada usia sampai 18 tahun, umumnya kita masih berada di bangku SMA. Seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. Pada masa masa ini, umumnya merasakan bagaimana sulitnya meminta uang pada orang tua.

Saat di Perguruan Tinggi, secara umum kita masih dibiayai orang tua. Tapi akibat pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkin memang terpaksa, banyak juga yang harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang kondisi yang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.


Usia 20-an

Pada umumnya pada masa ini kita masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu membiayai pendidikan kita. Jika tidak, maka kita bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan. Jangan mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, karena saat mengembalikanj, kita juga dibebani dengan bunga pinjamannya. Kecuali jika yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar, maka hal itu boleh saja dilakukan.

Untuk yang sudah bekerja/mempunyai penghasilan, masih ingatkah gaji/penghasilan yang pertama kita peroleh? Saat itu, penghasilan awal kita belum terlalu besar. Pada masa ini sebaiknya mulailah membiasakan diri berbelanja seperlunya, sesuaikan pengeluaran dengan pendapatan dan anggaran yang sudah direncanakan.

Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi malah rajin belanja. Seberapapun penghasilan kita, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan tiap bulan. Menabunglah di bank yang mempunyai fasilitas lengkap dan kredibilitasnya diakui. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji.

Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluaran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran perbulan. Kita bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan.

Mulailah berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih lama sekali pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak masa ini. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat bekerja mempunyai program dana pensiun sendiri, bergabunglah, atau bisa juga mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuangan lain seperti bank dan perusahaan asuransi

Jangan membeli asuransi jiwa jika belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat kita bekerja tidak mencover biaya ini.


Usia 30-an

Pada saat ini kita mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan kita dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang kita tinggalkan mengalami penderitaan finansial yang terlalu parah karena kita meninggal terlalu cepat.

Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Kita bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.

Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan.

Jangan lupa untuk mencover harta benda kita dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan, juga asuransi kebakaran

Jika mengambil cicilan kredit rumah (KPR), pastikan bahwa hal tesebut tidak terlalu memberatkan Kita. Sediakanlah sejumlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang lain, dan jangan malas untuk berburu rumah idaman kita, agar sesuai antara budget dengan keinginan.

Jika kita sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbagai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya bertanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaris yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.

Pada masa ini, evaluasi terus program pensiun yang sudah diikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang kita harapkan.

Jika masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup, dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar bisa membayar cicilan hutang ini dengan cara paling murah.

Tambah pengetahuan dan pengalaman dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.


Usia 40-an

Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan kita Setiap kali mendapatkan rejeki lebih, baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi.

Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang diambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan.

Pastikan bahwa cicilan KPR tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa dipertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.

Jika kita memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnya dari sisa saldo KPR sekarang. Dengan cara ini, bisa membuat kita menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.


Usia 50-an

Disaat menjelang pensiun, ada baiknya kita mengetahui saldo pensiun yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target.

Review semua investasi kita, jika hampir semua investasi memiliki resiko tinggi, segeralah melakukan diversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah.

Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum kita pensiun.

Pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup kita.


Usia pensiun (55-an atau 60-an)

Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang kita ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat kita bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara sekaligus didepan, sehingga selanjutnya kita tinggal mengambil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvestasikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terlalu berisiko namun bisa memberikan pendapatan tetap setara dengan bunga deposito.

Jika kita mengikuti program pensiun yang diselenggarakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Kita diberikan dua pilihan, apakah akan diambil sekaligus atau diambil secara bulanan seperti layaknya gaji.

Jika kita sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat diklaim, dan sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan untuk mengajukan klaim.

Mungkin sebelumnya pernah mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim walaupun uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini, jumlah berapapun akan sangat berarti.

Maksimalkan seluruh aset-aset kita yang menganggur untuk segera bisa menghasilkan income. Misalnya jika mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkin kita bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.

Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan kita pada usia tersebut.

Periksa kembali surat wasiat, apakah sudah seperti yang kita inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan kita dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut, Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi kita dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang kita tinggalkan.

Tidak ada kata terlambat, mulailah dari sekarang.

76 comments:

Siap Tuk dilaksanakan

wah.. kupas abis neh..
menarik banget bang...

idealnya memang spt itu ya... ah seandainya dari bayi sampe tua kita udah nggak perlu mikirin harus cari duit.. enak banget yah.. ( maunya..)

sedia payung sebelum hujan
investasi tanah oke tuh

saya masih boros T_T
maunya terencana gitu si mas

wah...top banget nich sarannya....aku mikirnya, untuk terus berinvestasi dalam bentuk apapun... :)

wah kalau aku apa yaa dipakai investasi? bingung nih

semua belum ada yang diriku laksanakan

hai mas eriek apa kabar nee... lama gak berkunjung ke blognya mas

sampe abis dibaca ulangi lagi sampe 3 kali, tetep masih bengong...kok bisa, lha belum ada yang pernah tak pikirkan tentang itu...abis duit ya diem dulu...mikir...kemana cari lagi, apalagi investasi dan asuransi.. walah udah keduluan kena scam...
berat memang merencanakan sesuatu dengan rapi kayak petunjuk diatas... tapi sekarang udah mulai mantab nih hidupku...
maksudnya makan tabungan gitu...

Cukup lengkap infonya, jadi mengingatkan harus menyiapkan segala sesuatunya :)

saya klo direncanakan kok malah berantakan yah kang...wkwkwkwk

aneh memang ato memang aneh...xixixi

saya ngikut arus aja kang, utk tahun ini, engga perlu ngoyo :D

sukses ya buat kang erik ;)

Kadang utk merencanakan sesuatu ntuh aku suka kacau kang, artinya banyak yg gag jadi. Tapi utk tip kang erik wah aku akan mencobanya

waduh mantep banget tipnya kang, pentesan. seandainnya saya bisa kaya kang erik yang bisa memanage uang, hmmm, hidaup mungkin nggak susah kaya sekarang heheeee

investasi emas ok loh....

enaknya kalo posting malam nggak ada yang ganggu, siang? hmm anak2 rame, nggak bisa konsentrasi.

posyingan ini di ilhami dengan banyaknya rekan2 kita yang pada ngeluh, bosen, jenuh dsb, mungkin mereka terlalu ngoyo

padahal kalo saya lihat, mereka hampir berada di puncak kesuksesan. dalam hal ini uang. sayang kalo di tinggalain kan.

Selama ini Whienda ternyata hanya terbuai oleh mimpi indah masa depan...Lupa menyiapkannya. Maksih Bang. High impact, nih.. di kedalaman sana!

maksud saya, mana yang prioritaskan? kalo orang kalo memang ngeblog jadi sumber utama ya mungkin harus lebih di tekuni, tapi kalo geblog belum pasti, kerjaan/bisnis yang udah pasti jangan di tinggalin. kitu motivasi ti saya mah lah, siapa tahu bermanfaat, kalo tidak itung2 memotivasi diri sendiri heheeee, btw lagi ronda ya kang?

ya udah sampe besok, saya mo rebaha dulu, sukses kang erik,..?

tips yang bagus buat semua umur, dan yang ga kalah penting mengelola/mempersiapkan bekal kita di hari akhir nanti.

oh..baru tahu klo surat wasiat itu sudah harus disiapkan dari umur 30 tahun heheheheh
pusing emang ngelola keuangan itu.. klo ngga jeli dan cerdik repot....

Mantap postingannya, pasti saya laksanakan. =)

Mas, ini postingan yang sangat berguna. Saya jadi berpikir bahwa seharusnya di sekolah-sekolah sejak awal anak2 juga sudah diajar cara mengelola keuangan dan merencanakan keuangan, itu kan praktis untuk kehidupan, ya kan? Mungkin kalau sejak dini sudah diberikan tips-tips menjalani kehidupan, hehe (apa pula ini yak?), semakin dewasa maka mereka semakin 'sadar' bagaimana mengelola kehidupannya. Iya kan?

Yup setuju bang Erik...
Tipsnya top markotop he..he..
apalagi jaman lagi susah gini ya bang...

Perencanaan yang mantabs Mas Erik. Saya seringnya terjadi pengeluaran tak terduga yang datang cukup besar he..he.. tar kumpul lagi pas rencananya mau berhasil terjadi lagi pengeluaran tak terduga he..he..

Untuk jangka pensiun malah belum kepikir sampe sekarang, investasi tanah atau emas mungkin lebih aman kali ya he..he..

Semalem saya tidur cepet, g bisa nemenin bergadang he..he.. Salam ya.

Membuat saya tersadar untuk segera berinvestasi, maklum udah mendekati kepala 4 ...

makasih tipsnya kang, masalahnya aku termasuk orang yang boros, gak seneng lama-lama pegang pegang uang bawaannya ada aja yang pingin tak beli, hehehehe

Yup! Menjalani hidup memang perlu perencanaan matang, apalagi di masa krisis begini..Tp musti juga flexible kalau rencana2 gak berjalan sesuai keinginan.

Met tahun baru, mas Erik! Saya doakan semua yg terbaik buat kamu di tahun 2009.

nah sekarang bisa koment. tadi gak bisa, pak.
wah, malu aku dibaca plurknya. he he he...

wah... kalo merencanakan keuangan mah susah

kagak ngerti yg beginian, soalnya blm terjun didunia kerja sih

sepp sepp tipsnya pasti zie terapkan bang...iya nih 2 thn kerja dulu zie uangnya hbs buat belanja sana sini nyenengin diri sendiri dan keluarga tp 3 thn terakhir alhamdulillah Ortu ngingetin buat nabung alhamdulillah skrg dah nabung walau nda banyak lumayan utk perencanaan hari tua, anak-anak kelak (klu udah saatnya) dan ortu...tabungan menikah malah ga disiapin hehehe

btw jangan lupa juga tabungan utk akhiratnya hehehe (kabur takut dituntut karena zie juga msh sedikit sekali tabungan akhiratnya)

Salam Kenal Mas...
Wah, postingannya rapi, padat berisi.
Sukses buat Mas Erik.

Wah, makasih banyak nich tips pengelolaan keuangannya, penting banget buat para 'Manager Keuangan' RT kayak saya gini... :)

Nambahin satu investasi lagi ya Om, jangan lupa investasi masa depan buat anak-anak supaya bisa berkilauan bagaikan emas berlian di 'masa depan' yang sesungguhnya... :)

aku sedang nyari pendamping kak,biar calon suamiku aja yang mengelola uang*gubrak!* ngacir sebelum kena lirikan..he..he..

oke banget nieh, mas erik pasti jago keuangannya.. belajar dr mas erik boleh ga yah?

setuju bang erik, hanya terkadang prakteknya susah ya..kadang perencanaan keuangan seringkali mempunyai kendala, mungkin memang harus kita prioritaskan satu per satu..thanks for the post...

waduh, gw taunya nyari uang doang sih, biar istri aja yg ngelola keuangan.

mikirin untuk asuransi tapi karena belum nikah dan punya anak jadi mikirin investasi dulu :D

Wah... tips yang bagus Mas Erik. Apalagi di era krisis ini.

wahh mantap banged niyh mas erik.. cc memang lagi butuh tips untuk mengatur keuangan..

selama ini berapa uang yang ada ditangan cc, pasti langsung ludes ga bersisa.. boros banged.. ga memikirkan masa depan banged ya???

hehehehhehe

so thx banged tipsnya ya masss

dulu saya sekolah di ekonomi, tapi kok malah gak pernah bikin perencanaan keuangan.. hiks..
hidup saya mengalir saja.. aneh ya?

wahh berguna bgt nih..apalagi buat aku..yang termasuk...ehmmm...borosss..haha

tips yang menarik, mas erik.

saya suka kagum kepada anak-anak yang sudah sadar untuk membantu orang tua memenuhi (paling tidak) kebutuhan jajannya sendiri dengan bekerja. rasanya anak-anak di luar lebih mandiri soal ini, dan mungkin karena didukung oleh kemudahan lapangan pekerjaan yang casual, ya?

rencana keuangan ternyata ada tahapannya juga. pastinya dengan dipenggal-penggal per periode begini jadi lebih feasible untuk dicapai ya, mas?

Keuangan emang harus diatur sejak awal biar bisa dikelola dgn baik..tiap gajian aku slalu menyisihkan uang buat keperluan yg wajib,trus ditabung,and sisanya buat seneng2 tapi terkadang rencana bisa berantakan saat ada kepentingan mendadak..
alhamdulillah walu masih jomblo tapi aku udh bisa mulai belajar merencanakan keuangan setelah berkeluarga nanti..thanks ya mas erick tipsnya ini juga menambah wawasanku dlm pengelolaan keuangan

comment lagi biar pas jadi yg ke 50xxx..
hheee bangga dapat buntut...

jika pendapatan bisa mencukupi kebutuhan pasti bisa agak mudah ngaturnya mas..tapi gimana dgn org yg berpenghasilan rendah, untuk mencukupi kebuuhan sehari2 aja susah,,,

eeeiitt,,ternyata ini yg ke 50xxx td masih 49..wkeekekkk salah hitung padahal td udah dibantu pake jari kaki..xixixii

sekian dulu ocehanku mas..maaf udh bikin kotor kolom komentarnya,,,peace..

----THE END-----

tipsnya okz banget mas, ni lagi belajar mengelola keuangan rumah tangga, bisa nih wat referensi hehehe tingkyu;)

ngintip kak erik bentar. ngacir lagi ya kak. masih banyak kerjaan nih.

Memang hidup ini perlu perencanaan yach ...perlu bekal apa aja yach ..?

Good posting ..!!!

WAH INFONYA TOP BGT

wah..kok tadi didepan koment orang2 putih gtu ya...gk bisa diliad, n' baru keliatan disini...
Hmm...
iya usia 20 an emang lagi panas2 nya nentuin karier or akademis..
ok dech...-salam persaHabatan semua fren2-


Yup !

klo saya sih cenderung nyari sumber pemasukan sebanyak mungkin yg bersifat pasif income, trtm buat persiapan pensiun. Makin tua tenaga kita makin berkurang buat nyari duit...

woow.. good posting,^^

keuangan terutama keuangan utk masa pensiun memang harus direncanakan sejak kita masih muda...apalagi bgt punya anak-istri...

langsung baca usia 30an. segera kumpul-kumpul rejeki untuk investasi :)

tipsnya mantabs euyyy untuk pekerjafinance sejenis sayah

Emang harusnya gitu mas.. penuh perencanaan dan ada tahapannya. Tapi... sering lupa.. duuuhhh.. :(

iya, asuransi memang penting lho

Hi Eric, I just want to say that I was here... :)

waah bener juga tuh langkah kita emang hrs dipersiapkan utk menempuh finansial yang kuat..ya pada intinya hrs terprogram mungkin itu juga...hehehe

iya nih mas aku juga lagi ada rencana ambil asuransi untuk rumah :)

Met pagi kang erik... makasih udah menyempatkan berkunjung di pagi hari ini, semoga sehat selalu... sandalnya tinggal itu-itunya... jadi jangan diambil yak... *hiks....

met pagi mas erik..., ditunggu pendapatnya ttg wanita cantik di sarang penyamun ya... hehhe...

yakin bgt nih mas erik pasti punya opini yang bagus.

sip banget dech, bagi2 ilmu managemen uang. btw investasi untuk kesehatannya musti diutamakan, karena kesehatan bukanlah segala-galanya tapi tanpa kesehatan segala-galanya tidak ada artinya.

opini yang menarik mas
saya masih di usia 20tahun
semoga bisa menjalankan kiat2nya

setuju banget sama postingan ini. Alhamdulillah sejak kecil udah terbiasa nabung :)

very good tips. thank you

Wah Yang comment banyak banget, saya sape gak kebagian tempat.

sangat bermakna mang..slama ini kadang kita lalai..trims dah mengingatkan!

Kupas tuntas tas taaaaass.... manteb kangg..!!

wah pencerahan ini buat saya. thanx ya kang

Kalo hidupnya pas pasan gimana brooo.... pingin invest ga punya apa2.

Trims infonya yaaa sangat membantu

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

 
 

AL Asma'ul Husna

Sahabat Pondokku

~PONDOK-KU~ - | Copyright 2009 Blogger.com| - - - - - - - -