Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Update blog sobat

2008-12-08

Indahnya Berbagi

Sepasang suami istri yang telah berusia lanjut memasuki sebuah sebuah rumah makan. Mereka langsung antri memesan makanan dan minuman. Mereka memesan satu porsi pindang patin dan sepiring nasi, dua gelas teh manis, sebuah piring kosong dan sebuah mangkok.

Pada saat jam makan siang, rumah makan ini memang sangat ramai dikunjungi orang, mayoritas pegawai kantoran. Memang rumah makan ini selain murah meriah, juga masakannya juga disenangi pengunjungnya. Masakannya yang menjadi favorit pengunjung adalah pindang patin. Kuahnya mempunyai rasa yang khas dan tidak kalah lezatnya dengan rumah makan yang besar di kota ini.

Kembali kepada serita kakek dan nenek tadi, setelah menerima pesanannya, sang kakek membagi nasinya menjadi dua bagian, pindang patinpun dibagi dua. Dan mereka mulai acara makannya. Ternyata sang kakek makan terlebih dahulu, sementara sang nenek menungguinya sambil menatap dan tersenyum kepada kekasihnya.

Seorang karyawan yang sedang makan, rupanya memperhatikan mereka dan merasa iba kepada mereka. Kemudian dia mendekati keduanya, seraya menawarkan satu porsi pindang patin dan dia yang akan membayarnya. Bapak ini mungkin sangat kasihan, makan kok sampai dibagi dua. Namun ternyata tawaran baik ini ditolak secara halus oleh pasangan ini.

Kemudian kakek itu melanjutkan makannya, sementara sang nenek tetap menunggui suaminya menyelesaikan makannya. Karyawan tadi tampak gelisah, heran dan kagum, betapa setianya nenek itu menunggui suaminya makan. Betapa cintanya sang nenek kepada suaminya itu.

Akhirnya karyawan tadi tidak tahan lagi, dengan rasa penasaran ia kembali mendekati kakek dan nenek tersebut, lalu bertanya, "Maaf Nek, dari tadi saya perhatikan nenek kok hanya menunggui kakek makan, mengapa nenek tidak makan bareng? Sebenarnya apa yang nenek tunggu?"
Sambil tersenyum sang nenekpun menjawab, "Saya menunggu suami saya menyelesaikan makannya, karena saya menunggu gigi yang sekarang sedang dipakai suami saya."

Masya Allah, ternyata.....

Sahabat, Iedul Adha atau Iedul Qurban merupakan salah satu momen buat kita untuk saling berbagi kepada sesama, menumbuhkan jiwa sosial dan sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita atas nikmat dan karunia Allah ta'ala yang telah diberikan kepada kita.

Berbagi mengindikasikan kerelaan untuk memberi. Semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan. Sebenarnya dalam hati manusia telah ditanamkan oleh Sang Pencipta kerinduan untuk saling berbagi dan memanusiakan yang lainnya. Namun karena pergeseran paradigma moral, keindahan berbagi telah banyak bergeser menjadi mengambil, bukannya memberi.

Semoga dengan semangat dan jiwa Iedul Adha, bisa mengembalikan kita pada rasa keindahan berbagi, berbagi yang dilandasi cinta yang tulus kepada sesama Hamba Allah SWT.

Selamat Iedul Adha, mohon maaf lahir dan bathin.

42 comments:

Luar biasa. Saya tersenyum haru membaca cerita kakek nenek tadi. Indahnya berbagi. Indahnya kesetiaan. Begitu nyata pesan yang disampaikan dalam cerita tadi.

Salut buat Mas Erik. Top post. Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H. Salam sukses buat Mas Erik.

BTW, komputernya rusak kenapa?

Selamat hari raya Idul Adha yah mas Erik.

Yups! Itu indahnya cinta Mas! Semoga Mas Erik juga gitu sama Mbak, Bahagia sampai kakek-nenek. Tapi, ga harus berbagi gigi 'khan? Selamat Idul Adha!

Hebat ya ada yang bisa seperti itu.

yups,berbagi memang indah. met lebaran ya?

keindahan berbagi tampak nyata hari ini ya. met idul adha

Selamat Idul Adha mas Erik, kapan kita berbagi gigi, eh salah, maksud saya kapan kita makan bersama (^_^)

But seriously, memang berbagi itu paling indah, seandainya saja kita selalu tulus dan rela, pasti sudah sejahtera dunia ini ya pak?

Itu anak dan cucunya mana? terlalu

yup..betul..Giving Is Receiving..

Selamat Idul Adha..

hidup ini indah jika kita bisa berbagi dengan sesama, met berkorban!

indahnya berbagi
mat idul adha, smeoga persabatan kita makin terjalin.
aminn

andi8lumut: mengucapkan Slamat IDUL ADHA 1429 H.. MOhon maaf lahir dan bathin.. salam untuk keluarga. INDAHNYA BERBAGI. Palembang euy

Maaf, Bang. Whienda numpang nge-link ke artikel ini,ya? Selamat berserah diri di hari besar yang Ad'ha. http://sebizaku.blogspot.com.

Bersykurlah atas nikmat dan kelebihan yg masih Allah tetap berikan kepada kita.. kalo pun masih melihat ada kekurangan di sekitar kita, jgn hanya tinggal diam.. iya ngga..??

Met Idul Adha 1429 H..
Smoga kita bisa meneladani kebesaran jiwa dan keikhlasan hati Nabi Ibrahim as...

arrghh..dikau mengingatkan aq akan kampuan nan jauh dimato...
hmhm...gara2 pindang patin jadi lupa mau komen apa....

oya..met idul Adha mas..
semoga sengat berbagi, memberi, berkoban dan bersabar makin mewarnai hari2 kita....
tq udah ngelink..
aq link juga ya..

berbagi, memberi, dan berkurban secara ikhlas

met Idul Adha

berbagi, memberi, menerima, siklus hidup, thanks for sharing ya Erik!

met idul adha buat semuanya.......

in All About Samarinda

Semoga saja begitu dan bisa menghilangkan 'sifat binatang' yg kita miliki....
Amiiiin....!

pada awalnya terkesan mereka berbagi makan dan saling cinta sampai kakek nenek. tapi pas baca gantian gigi kok rasanya mau muntah ya suer, jorok ahh.

btw mwt iedul adha semuaa.. met berbagi..

oia uda tak link nuh, silahkan tinggalkan pesan untuk melengkapi blogrol (nama lkp, pekerjaan & usia)terima kasih.

very touching story...I'm speechless. Tunggu gigi palsu...aduhai...sampai kesana sekali romantiknya..

semoga saja inspirasi yang satu ini menambah keihklasan dan semangat untuk berbagi :D

Selamat Hari Raya Idul Adha bang Erik, salam hangat untuk keluarga, semoga idul adha kali ini memberikan pencerahan untuk kita semua, semanis indahnya berbagi.. Amien. Btw, masih single parent ini, bapaknya anak2 nanti malam jadwalnya baru datang, semoga penerbangan dari India ke Pakistan ngga dihentikan karena situasi ngga karuan gini, 5 hari kami ngga bisa kontak lewat telpon, kami besok baru merayakan idul adha.

ahhh, cinta memang selalu membuat hidup ini indah...

and berbagi adalah bentuk cinta pada orang lain.

Selamat berbagi cinta pada teman dan sahabat... :)

good post...
mengingatkan indahnya saling berbagi...

jadi sentimentil nih... nangis dulu ah...

tapi mas, mosok gigi palsu dipakenya gantian? tidak higienis ih...lagian ukuran rahang khan tidak sama qiqi..
(ernut)

wah saya jadi senyum-senyum campur geli ngebayangin tukeran gigi palsu sama kakeknya cucu saya 30thn yg akan datang hehehe...

berbagi dengan ikhlas.. memang menyenangkan mas.. klo bisa setiap hari.. :)

Selamat Idul Adha buat Mas Erik dan kelurga, juga kepada semua teman-teman blogger disini. Mohon maaf lahir & batin.

cerita yang bwt saya tersenyum,,,
n termenung....
ambil maknaya...
kita harus saling berbagi...

met hari raya idul adha...mhn maaf lahir bathin...

tak kirain si nenek dengan setia menunggu si kakek ternyata lagi menunggu giginya toch,wkwkkwkw :)

sungguh luar bisa si nenek, sampe sebegitu berkorbannya untuk si kakek, salut buat si nenek...
terims kang udah mampir ke rumah ku...
saya setuju dengan comment kang... mengisi kehidupan dengan kebajikan....

What a good sharing..!!! keep it up. Yes Togetherness means nothing without sharing..God Bless You

berbagi itu emang selalu indah ya, mas... klo dilakukan dengan hati yang tulus tentunya! kita kayak janjian ya, mas. postingannya sama2 ttg indahnya berbagi. hehehe...

ceritanya romantis dan mengharukan banget, mas! :)

hmm..Selamat Idul Adha ych :)

Cerita yang sangat menyentuh. memang semua perlu pengorbanan kendati contoh kecilnya antri menggunakan gigi palsu...
Salut...

subhanalloh indahnya berbagi dengan sesama yang terlahir dari cinta yang tulus dan suci

met hari raya kurban kak...mohon maaf lahir batin...btw nanti zie kalau dah bersuami mau ga ya berbagi seperti nenek dan kakek tadi ya rela berbagi gigi (^_^)

selamat hari raya idul adha mohon maaf lahir batin

nice story...ceritanya menyentuh banget...bisa gak ya gw ma suami sampe saat itu...berbagi gigi palsu untuk makan semangkok pindang patin...

Subhanallah..begitu ikhlasnya sang nenek itu yaa..semoga saia bisa, atau paling tidak, menyamai dia :(

oia, Selamat Idul Adha ya bang Erik, maaf telat :)

hmmm..pindang patinnya bikin laper...mbayanginnya aja uda buat liur jadi asam...tapi, begitu tau sang nenek nungguin gigi suaminya...
jleggg!!!

ilfil tiba2 deh...nyesek yang ada...hiks

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

 
 

AL Asma'ul Husna

Sahabat Pondokku

~PONDOK-KU~ - | Copyright 2009 Blogger.com| - - - - - - - -