Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Update blog sobat

2009-03-09

Mengenang Keindahan Akhlak Rasulullah SAW

Rasulullah Muhammad SAW sebagai salah satu nabi dan rasul Allah SWT, telah lama meninggalkan kita. Beliau meninggalkan 2 pusaka yang sangat penting, yang menjadi pedoman hidup bagi kaum Muslimin, yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadist. Akhlak Beliau yang sangat mulia menjadi suri tauladan bagi kita.

Para sahabat Rasulullah SAW memiliki kenangan tersendiri dalam pergaulannya dengan Nabi Muhammad SAW. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Beliau, linangan air mata-lah jawabannya, karena kenangan yang begitu indah bersama Rasulullah SAW.

Pada kali ini saya memposting salah satu fragmen dalam kehidupan Rasulullah SAW, semoga kita bisa meneladani keindahan akhlak Beliau.


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun setiap pagi, Rasulullah Muhammad SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai Beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan Rasulullah SAW yang belum aku kerjakan?"

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayahku, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu hal."

"Hal apakah itu?", tanya Abubakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
"Siapakah kamu?"

Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa mendatangi engkau."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi makanan tersebut telah dihaluskannya terlebih dahulu, setelah itu ia berikan padaku," pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW."

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…."

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Diposting siang 090209 tukang nggame

31 comments:

Satu persoalan pada kehidupan keseharian kita yang terkadang hardikan, cemooh bisa saja terucap dari mulut ini. Saya sangat menyukai tulisan seperti ini, Walau sekalipun itu dari orang hina contohnya. Yang perlu dipahami adalah, memberi nilai plus pada tindakannya tidak melihat siapa yang bertindak atau status orangnya.
Diharapkan kita tidak menutup mata, hati dan telinga untuk sebuah kebaikan.

Kasih ..hanya kata yang tepat untuk menamainya..
Hinaan, amarah , egoisme , luka , kepedihan , kebencian, hanya terhapus oleh Kasih.....mencoba, mau dan berani mengasihi adalah awal yang baik untuk merefleksikan karunia ALLAH....
Hwaaaa...nyambung ga sih mak?...

Kemuliaan yang patut kita teladani. Bukti bahwa hinaan tidak harus dibalas hinaan, tapi dibalas dengan kasih sayang. Bahkan, lemparan tahi kerbau dan dibalas dengan silaturahmi.

waduh bang erik ini, postingannya membuat saya pontang-panting bacanya..
dari ponari sampe saipul jamil sampe tukang nggame sampe yang sekarang.
anyway..nice post, mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik meskipun pada orang yang pernah menyakiti kita. Habis 3 hari KO, absen ngeblog..

lagi belajar meneladaninya kak...

cerita yg mengharukan.

Memang beliau layak dijadikan suri tauladan

kisah ini bagus banget om.semoga bisa menjadikan pelajaran untuk kita.amien

semoga kita bisa meneladani kisah ini pa.

cerita yang mengharukan tapi penuh makna ...

Hoi mau tuker link ga ?

oiya kang, met hari raya maulid nabi muhammad SAW yah, maaf jika ada kesalahan penulisan :D

saya mau berapes-ria dulu...heheheh

benar-benar Nabi yang paling dahsyat...

alooo ada yang aq mau nanya tolong jawab yah....lhat di blog aq......

Ketulusan itu patut diteladani.
Sungguh tiada tertandingi akhlak rasulullah : Muhammad SAW.

sanggupkah kita menerapkan keindahan akhlak yang sama di jaman sekarang ini?

apakah keikhlasan yang sama dapat kita hadirkan di situasi yang mendekati kondisi yang dialami Rasulullah SAW dan terjadi di waktu kini?

sangat tidak mudah dan tetap berdoa agar senantiasa ditanamkan di qolbu ini setitik kebaikan...wakaupun masih belum sebanding yang dipancarkan dari diri sang Rasul yang begitu indah akhlaknya...

Allahumma Saliala Ya Rasullullah
Rindu kami pada engkau tiada terkira.
Nice posting bung Erik

wah keren nih postingnya bos...

air tuba dibales air susu
jangan sebaliknya

Rosulullah emang selalu memberikan teladan bagi umat manusia,.. sungguh mulia rosulullah muhammad SAW

Nice posting bang Erik...semoga kita bisa meneladaninya..

tidak ada contoh dan keteladanan yang lebih baik selain Rosulullah!saya mampir kang!

labelnya baru kang? bisa muter2 hehee.
salam hangat aja dari http://www.eblogtalk.com/

memang akhlak Rasulullah SAW itu adalah sebaik-baiknya akhlak yang harus kita tiru. Tapi sanggupkah kita yang "dhoif" ini meneladani akhlak Beliau?
itu semua tergantung niat/kemauan kita

Rasulullah SAW akhlaknya patut dicontoh oleh manusia di muka bumi ini

beruntunglah pengemis buta, karena mungkin saya yang secara fisik 'bermata' terkadang malah tak mampu melihat...

Rasulullah emang mulia..
sikapnya patut dicontoh manusia modern, biarpun cm sedikit..

Subhanallah, menyentak hati kalo udah menyangkut segala sifat Rasulullah SAW:)

ademmm bang... ulasan2 kayak gini bikin kita jadi pingin berbaring di ladang savana terus mengerjapkan mata dan membayangkan sebisa mungkin apa itu yang telah kia tuai di bumi...

itu namanya ilmu ikhlas mas ..
Saya suka banget sama cerita cerita begini. Saya lagi belajar juga .. kalau mood lagi bagus, insya allah bisa. Tapi kalau mood lagi jelek .. aduh. parah dech. Saya pingin bisa se ikhlas itu.

hati yang mulia, tanpa celah, begitu tulus dan ikhlas menyayangi sesama :)

kemuliaan yang sepantasnya diteladani, dan diupayakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Subhanallah...

Hati kita terlalu kotor dan diselimuti kesombongan untuk mengikuti Akhlak Rasululullah Saw ...

*Thank mas erik atas posting yang mencerahkan ini ...

Post a Comment

Terimakasih atas komentarnya

 
 

AL Asma'ul Husna

Sahabat Pondokku

~PONDOK-KU~ - | Copyright 2009 Blogger.com| - - - - - - - -